Segala puji bagi Allah yang telah menetapkan hukum yang sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Seringkali kita saksikan begitu mudahnya sebagian orang mengolok-ngolok saudaranya yang ingin menjalankan syaria’t. Ada yang berjenggot kadang diolok-olok dengan kambing dan sebagainya. Ada pula yang mengenakan jilbab atau pun cadar juga dikenakan hal yang sama. Seharusnya setiap muslim tahu bahwa perbuatan seperti ini bukanlah dosa biasa. Simak pembahasan berikut agar mendapat penjelasan. Hanya Allah yang memberi taufik.
Kamis, 24 November 2011
Jumat, 04 November 2011
Subhanallah, baru tau kalo puasa tarwiyah itu....
Puasa Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)?
(Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)
3 November 2011
Derajat Hadits Puasa Hari Tarwiyah
Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://moslemsunnah.wordpr ess.com/2011/11/03/puasa-h ari-tarwiyah-8-dzulhijjah- oleh-al-ustadz-abdul-hakim -bin-amir-abdat/
Sudah terlalu sering saya ditanya tentang puasa pada hari tarwiyah (tanggal delapan Dzulhijjah) yang biasa diamalkan oleh umumnya kaum muslimin. Mereka berpuasa selama dua hari yaitu pada tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah (hari Arafah). Dan selalu pertanyaan itu saya jawab : Saya tidak tahu! Karena memang saya belum mendapatkan haditsnya yang mereka jadikan sandaran untuk berpuasa pada hari tarwiyah tersebut.
(Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)
3 November 2011
Derajat Hadits Puasa Hari Tarwiyah
Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://moslemsunnah.wordpr
Sudah terlalu sering saya ditanya tentang puasa pada hari tarwiyah (tanggal delapan Dzulhijjah) yang biasa diamalkan oleh umumnya kaum muslimin. Mereka berpuasa selama dua hari yaitu pada tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah (hari Arafah). Dan selalu pertanyaan itu saya jawab : Saya tidak tahu! Karena memang saya belum mendapatkan haditsnya yang mereka jadikan sandaran untuk berpuasa pada hari tarwiyah tersebut.
Rabu, 19 Oktober 2011
Ini salah itu salah, kayaknya semuanya salah dimata kalian
lagi duduk-duduk di kantor, tiba-tiba terispirasi bikin tulisan ini..
izin corat coret yaa blogku sayang :)
jadi begini, hari ini dan mungkin di hari-hari yang lalu, entah mengapa yah, ketika diri yang hina ini mencoba untuk mengingatkan saudara/i mengenai suatu perkara, kok adaaaaaa aja yang tidak bisa menerimanya? padahal kan seseorang itu tidak boleh menolak kebenaran yang datang kepadanya (baca Jangan Menolak Kebenaran)
tapi kok masih ada aja ya?
izin corat coret yaa blogku sayang :)
jadi begini, hari ini dan mungkin di hari-hari yang lalu, entah mengapa yah, ketika diri yang hina ini mencoba untuk mengingatkan saudara/i mengenai suatu perkara, kok adaaaaaa aja yang tidak bisa menerimanya? padahal kan seseorang itu tidak boleh menolak kebenaran yang datang kepadanya (baca Jangan Menolak Kebenaran)
tapi kok masih ada aja ya?
Jangan Menolak Kebenaran!
Allah telah mengutus segenap rasulNya kepada umat manusia. Allah memerintahkan mereka agar menyeru manusia beribadah kepada Allah dan mengesakanNya. Tetapi sebagian besar umat-umat itu mendustakan dakwah para rasul. Mereka menentang dan menolak kebenaran yang kepadanya mereka diseru, yakni tauhid. Oleh karena itu kesudahan mereka adalah kehancuran dan kebinasaan.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
"Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebe-rat atom rasa sombong."
Bagaimana Mengingkari Kemungkaran Dengan Hati Dan Hukum Meninggalkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
ada sebuah hadist (saya lupa karena tidak hafal) yang menyatakan jikalau seseorang melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tak mampu dengan lisannya, dan jika tak mampu, cukup ingkari dalam hati.. bagaimanakah caranya mengingkari suatu kemungkaran dengan hati?
Hukum Tidak Mengingkari Kemungkaran Karena Ia Sendiri Melakukannya
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan.. yap, itu benar.. dan semua orang itu berhak untuk menyampaikan kebenaran, siapapun orangnya.. tapi terkadang manusia enggan untuk menerima kebenaran yang disampaikan oleh seseorang yang 'ketahuan' bermaksiat.. mereka pun menolak kebenaran tersebut dengan dalih "yaelah, sok-sok an nasehatin orang lain, padahal diri sendirinya juga kayak gitu" atau "ngaca sama diri sendiri dulu, baru ngasih kaca ke orang lain". atau ada sebagian orang yang memang melakukan suatu kemaksiatan, dirinya sadar bahwa yang ia lakukan adalah maksiat, namun ketika ia melihat orang lain melakukan apa yang dilakukannya, ia enggan untuk menegur, karena apa? karena ia merasa tak berhak untuk menasehati karena ia pun melakukan kemaksiatan yang sama pula.. bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini? bukankah setiap manusia dibebankan untuk ber-amar ma'ruf nahi mungkar?
Cara Yang Baik Untuk Mengingkari Kemungkaran
Senin, 27 Desember 2004 07:22:11 WIB
CARA YANG BAIK UNTUK MENGINGKARI KEMUNGKARAN
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Kami perhatikan banyak sekali para pemuda yang antusias mengingkari kemungkaran, tapi mereka kurang baik dalam mengingkarinya. Apa saran dan petunjuk Syaikh untuk mereka, dan bagaimana cara terbaik untuk mengingkari kemungkaran?
CARA YANG BAIK UNTUK MENGINGKARI KEMUNGKARANOleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Kami perhatikan banyak sekali para pemuda yang antusias mengingkari kemungkaran, tapi mereka kurang baik dalam mengingkarinya. Apa saran dan petunjuk Syaikh untuk mereka, dan bagaimana cara terbaik untuk mengingkari kemungkaran?
Jumat, 14 Oktober 2011
Siapa Yang Mencaci Masa (Waktu) Maka Dia Telah Menyakiti Allah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Dan mereka berkata: 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup; dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa', dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja." (Al-Jatsiah: 24)Bolehkah Berbicara Saat Mandi dan Wudhu?
Abu Al-Jauzaa' :, 01 Mei 2009
Diperbolehkan berbicara dan bercakap-cakap saat mandi dan wudlu. Ada beberapa hadits yang mendasari hal tersebut, antara lain :
Kategori:
fiqh
Kamis, 13 Oktober 2011
Etika Muslim yang berada di Jalan
Berikut ini akan dipaparkan etika-etika seorang muslim ketika di jalanan:
1. Berjalan dengan sikap wajar dan tawadlu, tidak berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Luqman: 18)
Kategori:
adab
Memilih-Milih Guru/Ustadz dalam Menuntut Ilmu ?
Abu Al-Jauzaa' :, 30 Mei 2008
Tanya : Ada sebagian orang yang yang mengatakan bahwa kita tidak boleh memilih-milih guru atau ustadz dalam menuntut ilmu agama karena (katanya) jika kita punya sikap memilih-milih menunjukkan bahwa kita termasuk orang yang sombong. Namun sebagian lain mengatakan bahwa kita tidak boleh sembarangan memilih guru/ustadz dalam hal itu. Bagaimana sebenarnya kedudukan permasalahan ini ?
Kategori:
manhaj
Etika Majelis
Makan ada etikanya, tidur ada etika nya, berbicara ada etika nya, di majelis pun juga ada etikanya.. Apa saja etika dalam majelis? cekidot...
Kategori:
adab
Rabu, 12 Oktober 2011
Untuk Siapa Amal Shalih Yang Dikerjakan Anak-Anak ? Dan Apakah Anak Kecil Bisa Memberi Syafaat ?
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah amal shalih anak yang belum baligh seperti shalat, haji dan bacaan Al-Quran, seluruh pahalanya milik kedua orang tuanya atau untuk pribadinya ?
Dalam Pertemuan Diperdengarkan Bacaan Al-Qur'an Dan Yang Hadir Tidak Menyimak, Siapakah Yang Berdosa?
Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Apabila dalam suatu majelis (perkumpulan) diperdengarkan kaset murattal (bacaan Al-Qur'an) tetapi orang-orang yang hadir dalam perkumpulan tersebut kebanyakan mengobrol dan tidak menyimak (mendengarkan) bacaan Al-Qur'an yang keluar dari kaset tersebut. Siapakah dalam hal ini yang berdosa ? Yang mengobrol atau yang memasang kaset itu ?
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Apabila dalam suatu majelis (perkumpulan) diperdengarkan kaset murattal (bacaan Al-Qur'an) tetapi orang-orang yang hadir dalam perkumpulan tersebut kebanyakan mengobrol dan tidak menyimak (mendengarkan) bacaan Al-Qur'an yang keluar dari kaset tersebut. Siapakah dalam hal ini yang berdosa ? Yang mengobrol atau yang memasang kaset itu ?
Kategori:
adab
Rabu, 05 Oktober 2011
Menggantungkan Ayat Kursi
Di rumah kaum muslimin seringkali dipajang kaligrafi ayat kursi. Di antara tujuan mereka memasangnya ialah agar rumah tersebut tidak diganggu setan atau setan bisa menjauh dari rumah. Ada juga yang bertujuan untuk ‘ngalap berkah’ (tabarruk) dengan ayat Al Qur’an tersebut. Bagaimana ajaran Islam meninjau perbuatan ini?
Kategori:
aqidah
Selasa, 20 September 2011
Seperti Apakah Memutuskan Tali Silaturahmi itu?
Kategori:
umum
Jumat, 16 September 2011
Sabar Ketika Di sakiti orang lain
Ku persembahkan tulisan ini untuk sahabatku yang terluka hatinya karena buruknya ucapan seseorang.. Ku Hadiahkan tulisan ini untuk sahabatku yang menitikkan air mata karena caci maki seseorang, ku dedikasikan tulisan ini bagi sahabatku yang menjerit pada Robb-Nya, mengadu, bahwa ia disakiti oleh seseorang.. semoga Allah subhanahu wata'ala mencurahkan pahala atas kesabarannya, dan semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan hidayah kepada seorang ukhti yang tidak bisa menjaga mulutnya..Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Terdapat beberapa faktor yang dapat membantu seorang hamba untuk dapat melaksanakan kesabaran jenis kedua (yaitu bersabar ketika disakiti orang lain)
Kategori:
renungan
Jumat, 09 September 2011
Bolehkan mendahulukan Puasa Sunnah dari Qodho Puasa?
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Permasalahan ini selalu menjadi dilema selepas Ramadhan. Apalagi untuk para wanita yang mengalami haidh saat Ramadhan sehingga mesti mengqodho’ puasa. Di bulan Syawal pun kemungkinan ia bisa mendapati haidh kembali. Manakah yang mesti didahulukan dalam hal ini, puasa sunnah ataukah qodho’ (utang) puasa? Lantas bagaimana jika hanya sempat menjalankan puasa Syawal selama empat hari dan tidak sempurna karena mesti mengqodho’ puasa lebih dulu? Simak pembahasan menarik berikut.
Permasalahan ini selalu menjadi dilema selepas Ramadhan. Apalagi untuk para wanita yang mengalami haidh saat Ramadhan sehingga mesti mengqodho’ puasa. Di bulan Syawal pun kemungkinan ia bisa mendapati haidh kembali. Manakah yang mesti didahulukan dalam hal ini, puasa sunnah ataukah qodho’ (utang) puasa? Lantas bagaimana jika hanya sempat menjalankan puasa Syawal selama empat hari dan tidak sempurna karena mesti mengqodho’ puasa lebih dulu? Simak pembahasan menarik berikut.
Kategori:
umum
Apakah Puasa Hari Sabtu Terlarang?
Sebagaian kalangan ada yang mempermasalahkan berpuasa pada hari Sabtu. Terutama jika puasa Arofah, puasa Asyuro atau puasa Syawal bertepatan dengan hari Sabtu. Apakah boleh berpuasa ketika itu? Semoga pembahasan berikut bisa menjawab keraguan yang ada.
Larangan Puasa Hari Sabtu
Mengenai larangan berpuasa pada hari Sabtu disebutkan dalam hadits,
لاَ تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلاَّ فِيمَا افْتُرِضَ عَلَيْكُمْ
“Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.”[1] Abu Daud mengatakan bahwa hadits ini mansukh (telah dihapus). Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Kategori:
umum
Langganan:
Postingan (Atom)








